Thursday, July 30, 2009

PENGUMUMAN : PERANCANGAN ARSITEKTUR 3 (PROGRAM KHUSUS)

Bagi mahasiswa peserta program khusus Perancangan Arsitektur 3 periode Juli-Agustus yang namanya tercantum dibawah ini, dianggap sudah mengundurkan diri karena tidak mengikuti perkuliahan selama 3 kali atau lebih . Batas absen ketidakhadiran maksimal jumlahnya adalah 2 kali. Nama mahasiswa yang terkena status pengunduran diri secara otomatis adalah :
1. Arie C.
2. Eka Sutrisno
3. Sendy

Sedangkan untuk peserta lainnya harap mengumpulkan gambar-gambar yang belum dikumpulkan dalam tugas mingguan. Batas pengumpulan adalah hari Jum'at 31 Juli 2009 jam 10.00 wib. Bagi mahasiswa yang tidak melengkapi tugasnya terkena sangsi otomatis dianggap mengundurkan diri karena tidak memenuhi syarat. Harap pengumuman ini diperhatikan dengan seksama.



Dosen Pengampu MK
Heru Subiyantoro, ST., MT.

Wednesday, July 29, 2009

Memotong Bangunan


Gambar potongan dan tampak mungkin lebih mudah untuk dimengerti dari pada gambar denah. Dengan gambar potongan atau tampak kita dapat melihat dalam komposisi secara vertikal. Potongan prinsipnya sama dengan gambar tampak dalam cara menampilkannya. Yang membedakan adalah elvasi yang tergambar disitu adalah elevasi dari bangunan yang yang terpotong menurut sebuah garis potong tertentu. Dengan melihat potongan kita dapat mengetahui beberapa informasi. Informasi tersebut antara lain adalah mengenai bagaimana kondisi ruang pada tempat yang terpotong, susunan struktur, mengatur ruang vertikal.
Kondisi Ruang
Dalam sebuah tampak kita tidak akan dapat mengetahui kondisi ruangan dibalik sebuah dinding pada tampak luar. Untuk mengetahuinya kita harus memotong dengan menempatkan garis potong tepat di ruangan tersebut. Untuk sebuah gambar kita dapat saja memotong dibeberapa tempat sesuai dengan kebutuhan kita. Setelah terpotong kita akandapat melihat bagaimana posisi ruangan terhadap aktifitas pengguna.
Susunan Struktur
Gambar potongan dalam kontek struktur bangunan mempunyai kepentingan yang cukup besar. Antara lain adalah mengetahui sistem struktur yang bekerja pada bagian-bagian yang terpotong. Dengan membaca gambar potongan kita dapat mengetahui ketebalan plat, posisi balok terhadap ruangan, pengaruh kolom pada ruangan dan bagian-bagian ruanga yang digunakan untuk kepentingan struktur.
Ruang Vertikal
Mengetahui komposisi organisasi ruang vertikal penting untuk melihat tingkat gangguan yang dapat terjadi antar ruagn secara vertikal. Kekeliruan dalam menempatkan hubunga secara vertikal dapat memberikan efek yang rumit dalam penyelesaiannya.

PENGUMUMAN PESERTA KONSEP TUGAS AKHIR PERIODE AGUSTUS

DAFTAR PESERTA KONSEP TUGAS AKHIR PERIODE AGUSTUS
1. CITRA SARI DEWI
2. CHANDIKA
3. FARIS MARZUKI
4. AGUS TEGUH SANTOSO
5. FEMIL AR
6. DWI BANGUN
7. ROBHITUL ILMI
8. RIZKY ADITYA
9. LITVINA YR

BAGI MAHASISWA YANG TERCANTUM DALAM DAFTAR TERSEBUT DIATAS DIHARAP MENGUMPULKAN ABSTRAK DARI PROPOSAL TUGAS AKHIR HARI JUM'AT, 31 JULI 2009 JAM 08.00. PERSYARATAN FORMAT ABSTRAK :
- Kertas A4
- hanya 1 lembar
- isi merupakan abstraksi dari proposal anda mengenai proyek tugas akhir.
- spasi 1
- huruf times new romman

PS :
* perkuliahan akan dilakukan secara online, sehingga materi akan diberikan secara online disitus blog "arsitektur on line" , pertanyaan dapat langsung diberikan dengan masuk pada "komentar" dibagian bawah materi yang diposting atau dikirimkan melalui email herusu71@gmail.com
* setiap pengumpulan tugas akan dianggap sebagai kehadiran mahasiswa.
* mahasiswa yang menginginkan tatap muka dapat langsung menghubungi ke ruangan.
* mahasiswa wajib mengingatkan dosen pengampu jika terjadi keterlambatan materi.



Dosen Pengampu MK KTA
Heru Subiyantoro, ST.,MT.

Tuesday, July 28, 2009

PENGUMUMAN 3 KONSEP TUGAS AKHIR (Periode Juli-Agustus 2009)

Bagi Mahasiswa perserta konsep tugas akhir harap mengumpulkan perspektif interior dan eksterior hari jum'at, tanggal 31 Juli 2009, jam 09.00 wib.


Dosen Pengampu
Heru Subiyantoro

Monday, July 27, 2009

ESTETIKA TAMPAK BANGUNAN



Tampak bangunan merupakan sebuah gambaran elevasi dari obyek bangunan dilihat dari salah satu arah orientasi. Melihat gambar tampak bangunan merupakan paparan komposisi dari bentuk permukaan bangunan dalam elevasi datar. Apakah penting mengetahui elevasi datar dari sebuah bangunan ? Memahami elevasi datar bangunan dari sebuah arah merupakan sebuah pendekatan terhadap olah tampang bangunan tersebut.

Aspek yang dapat digarap dalam elevasi datar sebuah bangunan antara lain adalah masalah kedalaman permukaan, shade dan shadow, masif dan rangka, transparansi, orientasi permukaan. Semua tersebut memberikan sumbangan yang besar dalam menampilkan wajah dari elevasi tersebut.

Kedalaman Permukaan

Dalam tampak kita dapat melakukan evaluasi terhadap kedalaman tampak bangunan. Kedalaman permukaan akan mempunyai efek besar terhadap “overshadow” yang terjadi di permukaan tersebut. Terjadi pembayangan antara bentuk permukaan bangunan tersebut.

“Shade” dan ”Shadow”

permukaan terbayangi dan bayangan merupakan unsur citra yang dapat memberikan efek kedalaman secara dua dimensi. Jadi efek kedalaman bisa diciptakan dengan kedalaman permukaan sendiri dan juga permainan “shade” dan “shadow” dalam permukaan bangunan.

Pukal dan Rangka

Pukal merupakan wujud dari komposisi yang dapat mempengaruhi efek berat dalam komposisi dua dimensi maupun tiga dimensi. Bentuk yang masif akan memberikan efek berat sedangkan bentuk yang cenderung batang dan lempeng memberikan efek ringan.

Transparansi

Transparansi merupakan efek tembus antar ruang dalam dan luar bangunan. Sehingga transparansi dapat memberikan efek ringan pada obyek. Kecantikan komposisi juga tergantung terhadap gabungan antara transparansi dan kemasifan.

Orientasi Permukaan

Arah hadap permukaan mempengaruhi estetika dari keseluruhan permukaan tampak bangunan. Orientasi permukaan yang bervariasi memberikan sensasi estetis tersendiri. Komponen-komponen yang tersusun dalam permukaan bangunan dapat divariasi dalam arah yang berbeda-beda untuk menciptakan efek 3 dimensi.

Unsur-unsur tersebut jika disusun dalam komposisi tertentu dapat memberikan sensasi estetis. Sehingga setiap permukaan tampak dapat dievaluasi dengan unsur-unsur tersebut sebagai kontrolnya.